Home >> Spesifikasi Mobil >> Beda Nissan Livina dan Mitsubishi Xpander, Si Kembar yang Saling Melengkapi

Beda Nissan Livina dan Mitsubishi Xpander, Si Kembar yang Saling Melengkapi

Jakarta – Di pasar global, Mitsubishi kini telah tergabung ke dalam satu aliansi bisnis bersama dengan Nissan dan Renault. Ini membuat strategi bisnis dua pabrikan Jepang ini harus diselaraskan. Salah satu caranya yaitu memproduksi mobil dengan satu basis yang sama seperti Nissan Livina dan Mitsubishi Xpander.

Judul di atas tidak salah, karena baik Livina dan Xpander menyediakan fitur atau varian yang saling melengkapi. Untuk varian termurah disediakan oleh Xpander dan tipe termahal dengan fitur paling lengkap dimiliki oleh Livina. Wajar memang, sudah dari 2016 lalu 30an persen saham Mitsubishi Motors dimiliki oleh Nissan.

Livina tersedia dalam total 5 varian, paling murah tersedia varian E dengan transmisi manual, di atasnya ada EL dengan transmisi manual, di atasnya ada EL transmisi otomatis.  Dua varian teratas ada VE bertransmisi otomatis dan terakhir VL dengan transmisi otomatis.

Harganya yang paling murah start dari 198 jutaan sampe yang paling mahalnya 261 jutaan rupiah. Malah varian termahalnya sedikit lebih murah dibanding Grand Livina dulu, yaitu 1.5 X-Gear.

Beda Desain Eksterior Nissan Livina dan Mitsubishi Xpander
Memang sih, Livina yang hadir belakangan memakai basis dari Mitsubishi Xpander dan terlihat jelas dari bentuk bodinya. Namun, pabrikan asal Yokohama ini tidak copy paste karena ada perbedaan desain yang menjadi ciri khas keduanya.

Mitsubishi Xpander Si Kembar

Mitsubishi memakai bahasa desain Dynamic Shield dengan ciri khas X shape di bagian depan. Beda lagi dengan Nissan Livina yang desain depannya memakai gaya V-Motion, berbentuk huruf V besar di depan itu yang keliatan lebih masif dibanidng di Xpander.

Desain V-Motion Nissan ini ciri khas grillenya langsung menyambung  lampu teratas yang terlihat lebih panjang. Lekukan kap mesin yang dibuat bersambung dengan lis grillenya. Desain bemper juga dibuat dengan lekukan yang berbeda dan lampu depan yang lebih berlekuk-lekuk.

Penempatan lampu di depan Livina baru ini emang sedikit nggak konvensional, desainnya 3 layer atau tiga lapis. Pada bagian paling atas itu ada dua, yang strip tipis di bawah itu DRL yang langsung nyala begitu mesin dinyalakan. Dibawahnya ada lampu malam yang kalau dinyalakan maka DRL juga ikut nyala.

Lampu yang di tengah yang raksasa itu lampu utama dan lampu jauh halogen. Sedangkan di bawahnya persis itu lampu sein dan yang paling bawah adalah foglamp halogen. Foglampnya diletakkan tepat di bawah lampu seinnya lalu ada lis yang memanjang dari ujung kiri sampai kanan bumper bawah.

Untuk lampu belakangnya, lampu malamnya berbentuk LED bar, lampu remnya halogen, lampu sein halogen dan lampu mundur LED. Perbedaan di sisi samping yaitu pada fender depan Livina dibuat lebih membulat dibanding di Xpander. Jadi kalau dilihat secara mendetail memang kelihatan bedanya.

Bagian belakang juga punya ciri khas Nissan, bila dilihat justru mirip Nissan X-Trail dari bentuk pintu yang sedikit dibuat berbeda dan bumpernya juga.

Ukuran velg pada Nissan Livina ada bedanya, untuk  16 inci tersedia pada varian VE dan VL. Kemudian di varian EL memakai 15 inci, sedangkan di E itu 15 inci tapi velg kaleng.

Interior Nissan Livina Rasa Xpander

Dari luar cukup banyak bedanya, tapi tidak demikian dengan interior. Mulai dari bentuk dasbor, bentuk door trim, bentuk jok dan lain-lainnya. Bagi pengguna Grand Livina pasti berpikir kalau  interiornya berubah drastis banget sekalipun itu meng-copy milik Xpander.

Expander style ini membuat kesan luas yang di dapet berkat kaca depan besar, dasbor yang rata dengan desain bertingkat. Kesan mewah muncul dari Nissan Livina daripada Xpander soalnya varian paling tinggi udah pake bahan jok kulit tapi kulit sintetis bukan kulit sapi. Untuk tipe lainnya memakai bahan fabric yang lembut.

Interior Nissan Livina cukup atraktif pada tiap tipe, maksudnya tidak memakai warna yang seragam sehingga ada ciri masing-masing di kabin. Khusus varian VE dan VL sama-sama ada panel piano blacknya di dasbor dan pintu.

Sedangkan untuk kombinasi warna, varian paling rendah kabinnya berwarna interior dual tone beige dan hitam seperti Xpander, varian EL pakai warna hitam dan coklat, tapi tanpa panel piano black. Varian VE pake warna hitam dan coklat dengan tambahan panel piano black, sedangkan varian VL hitam saja dengan panel piano black.

Fitur pada interior lumayan lengkap, contohnya yaitu setir, selain diatur tilt, juga bisa telescopic. Desain kabin khususnya baris kedua memiliki ruang kepala yang luas. Kursi baris kedua ini sandarannya bisa dijadikan armrest dan belakangnya jadi bolong. Mirip-mirip captain seat gitu jadinya.

Tapi, bila sandaran tengah ditegakkan untuk duduk tiga orang, bagian ini enggak kebagian sandaran kepalanya. Untungnya, karena pakai bais dari Xpander jadinya Livina sekarang pakai AC double blower.

Lanjut ke baris paling belakang, kursinya pakai one touch tumble, tinggal tarik tuasnya dan joknya bakal langsung terlipat.  Jok baris ketiganya ada headrestnya di kedua sisinya, enggak seperti di Grand Livina dulu, dan  bisa di recline, jadi bisa bikin sudut sandarannya jadi santai dan lebih rebah.

Karena Xpander, Fitur Nissan Livina Makin Lengkap

Semenjak Livina pakai basis Xpander, penambahan fiturnya jadi makin melimpah dibandingkan saat era Grand Livina. Seperti dijelaskan di atas, Nissan Livina kini memakai double blower. Sistem keamanannya memakai passive keyless entry dan ada tombol start-stop engine di tipe VL. Electric mirror juga makin praktis karena spion otomatis terlipat saat posisi terkunci dan terbuka saat kunci dibuka.

Head unitnya ini jadi bagian paling oke pada Nissan Livina. Modelnya sama dengan milik Datsun Cross yaitu touchscreen 6.75 inci dengan beberapa tombol fisik di sampingnya, kemudian usb port dan aux input di atas. Tapi, gead unit ini cuma ada di varian VE dan VL sementara di varian EL pake model terintegrasi dan varian E nggak ada head unitnya.

Spion tengah day and night manual alias silau tinggal nyalakan di saklarnya saja. Soal safety, Nissan Livina salah satu pemimpin di kelasnya. Dua airbag, immobilizer, Rem ABS dan EBD udah standar nih di semua varian. Buat varian VE dan VL, ada tambahan stability control, traction control dan hill start assist, ada kamera mundur juga.

Nissan Livina Pakai Mesin Xpander

Ini lagi kelemahan mendasar mobil yang dibuat kembar, mesin bakal memakai salah satu model yang lebih dahulu ada. Konteksnya di sini Mitsubishi Xpander hadir lebih dahulu sehingga mesinnya lantas dipakai Nissan.

Nissan Motor Indonesia tidak lagi memakai mesin 1.5 liter atau bahkan 1.8 liter milik Grand Livina. Nissan mempercayakan mesin 1.499 cc, tenaga 102 hp atau 104 ps dan torsi 141 Nm. Pilihan transmisinya, ada manual 5 percepatan di E dan EL, otomatis 4 percepatan di EL, VE dan VL.

Loading...