Home >> Perawatan Mobil >> Mengenal cara kerja sistem rem ABS mobil

Mengenal cara kerja sistem rem ABS mobil

Sistem rem ABS diterapkan pada mobil generasi baru. Pelajari bagaimana cara kerja sistem rem ABS pada mobil. Fungsi utama rem ABS adalah mencegah roda tergelincir tidak terkendali saat terjadi pengereman mendadak. Dengan menggunakan rem ABS maka mobil anda akan terhindar dari terguling ketika terjadi pengereman mendadak pada tikungan tajam. Rem ABS sering disebut sebagai sistem rem anti terkunci. Hal ini tidak terdapat pada sistem rem model lama ( konvensional ) yang jika dilakukan rem mendadak dan kuat sering membuat kampas rem tidak dapat balik ( terkunci ).

ABS adalah Anti-lock Braking System merupakan sebuah terobosan teknologi pada sistem rem dimana ketika terjadi pengereman mendadak tidak akan membuat roda terkunci, sehingga sistem rem ABS sangat dibutuhkan dalam pengereman pada kendaraan khususnya mobil. Dengan demikian mampu meminimalkan kecelakaan di jalan raya.

Rem ABS diterapkan pada keempat ban mobil, sehingga menghasilkan pengeremen pada saat yang sama pada keempat roda kendaraan, sehingga ketika terjadi pengereman laju mobil tetap stabil dan tidak oleng.

Hal ini berbeda pada sistem pengereman standar yang biasanya menggunakan dua buah rem cakram dan dua buah tromol sehingga memungkinkan terjadi tingkat pengereman yang berbeda.

Pada dasarnya rem ABS berfungsi untuk mencegah mobil berhenti mendadak ketika pedal rem diinjak sangat keras dan mendadak. Pada rem konvensional ( standar ) ketika pedal rem mendapat penekanan mendadak keras akan menghentikan putaran ban seketika dan hasilnya kendaraan akan tergelincir karena putaran roda berhenti, seperti ketika anda menyaksikan sebuah mobil yang mengeluarkan bunyi berdecit saat direm mendadak dan pada aspal jalan biasanya timbul tapak ban.

denah rem ABS mobil

Hal ini tidak akan terjadi pada kendaraan yang menggunakan sistem rem ABS. Pada kendaraan yang menerapkan sistem rem ABS ketika terjadi pengereman maka putaran roda akan berhenti dan pada saat yang sama roda akan berputar kembali, selanjutnya roda berhenti dan berputar lagi, begitu seterusnya dan terjadi berulang ulang dalam waktu sangat cepat, diperkirakan terjadi pengulangan pengereman 15 hingga 20 kali perdetik. Dan hasilnya kendaraan tidak akan tergelincir dan mengeluarkan bunyi berdecit. Sistem rem ABS juga menghasilkan laju kendaraan berhenti lebih cepat dan aman.

Namun ternyata sistem rem ABS ini dirasa belum cukup, sehingga kemudian dikombinasikan dengan EBD yaitu Electronic Brake Distribution yang bertugas membagi tekanan ( pengereman ) ke setiap roda kendaraan dan disesuaikan dengan beban setiap roda kendaraan. Jadi fungsi dari EBD adalah membantu kinerja rem ABS sehingga dihasilkan tingkat pengereman yang lebih cepat dan aman.

EBD dikendalikan oleh sensor yang terletak pada setiap roda kendaraan. Sensor ini bertugas memonitor saat roda terjadi pengereman dan kemudian memberikan sinyal ke piranti EBD yang kemudian mengatur waktu untuk menekan dan melepaskan hidrolis. Sehingga dihasilkan pengereman yang lebih cepat.

Namun rupanya sistem pengereman dengan ABS dan dibantu dengan sensor EBD belum cukup sempurna. Pada sistem ABS + EBD tidak dapat mengontrol kecepatan setiap roda kendaraan, sehingga diperlukan alat untuk mengontrol kecepatan roda.

sistem rem ABS mobil

Cara kerja sistem rem ABS

Teknologi ini disebut dengan ESP yaitu Electronic Stability Program. ESP berfungsi untuk mengontrol kecepatan tiap roda kendaraan. Sehingga setiap roda kendaraan akan mempunyai kecepatan yang sama. Dengan demikian ketika terjadi pengereman mendadak pada jalan menikung, maka putaran roda akan tetap sama dan laju kendaraan tetap stabil. Salah satu merek mobil yang menggunakan sistem pengereman paling lengkap adalah mobil merek AUDI.

Hal paling berbahaya adalah ketika terjadi pengereman mendadak pada tikungan dan biasanya mobil akan tergelincir dan tidak terkendali. Hal ini tidak akan terjadi jika menerapkan teknologi ESP. Pada dasarnya teknologi ESP mengontrol putaran roda kendaraan sehingga keempat roda tetap mempunyai putaran yang sama. Sehingga jika terjadi salah satu roda kendaraan mengalami kecepatan berlebih, maka terjadi pengereman pada roda tersebut hingga putaran roda sama dengan yang lain. Dapatkan juga informasi harga mobil toyota terbaru 2016.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *