Home >> Berkendara >> Apakah program harga mobil murah akan menambah kemacetan Jakarta

Apakah program harga mobil murah akan menambah kemacetan Jakarta

Program harga mobil murah diperkirakan akan menambah kemacetan di jalan jalan Jakarta dan daerah sekitarnya. Prediksi ini didasarkan pada kenyataan bahwa pembeli mobil murah LCGC justru dari masyarakat kota kota besar seperti jakarta dan sekitarnya. Keinginan pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan produksi mobil murah seakan berlawanan dengan program gubernur DKI Jakarta. Pada setiap pemilihan gubernur DKI tentu kemacetan menjadi prioritas utama.

Namun selama pergantian beberapa gubernur pada kenyataannya kemacetan di Jakarta belum terurai. Justru kemacetan merambah kesekitar Jakarta. Kemacetan bukan hanya milik Jakarta, tetapi BODETABEK juga mengalami hal yang sama.

Pada kesempatan sebelumnya gubernur DKI Jakarta Jokowi ( panggilan Joko Widodo ) sempat menyatakan keberatan dengan program mobil murah pemerintah pusat, namun pada akhirnya pasrah. Meskipun hal ini akan menambah beban berat untuk mengurai kemacetan.

Tanpa kehadiran mobil murah seperti : Toyota Agya, mobil Datsun GO, Daihatsu Ayla, Nissan GO, mobil Honda Brio Satya,  maupun mobil Suzuki Karimun Wagon R, kota Jakarta dan sekitarnya sudah mengalami kemacetan hebat. Dan hingga saat ini setiap program yang dicanangkan pemerintah daerah belum menunjukkan hasil yang sempurna. Lalu bagaimana untuk dua tiga tahun mendatang.

Pada kenyataanya setiap orang mempunyai angan angan untuk membeli dan mempunyai mobil sendiri, sehingga jumlah mobil di jalan raya pasti akan terus bertambah. Tidak peduli apakah akan menambah kemacetan atau tidak. Setiap warga negara berhak untuk mempunyai kendaraan sendiri.

mobil LCGC

Dengan kenyataan demikian tentu setiap program untuk mengatasi kemacetan akan kandas atau kurang berhasil. Hal ini disebabkan oleh beberapa ketentuan yang saling tumpah tindih bahkan berlawanan dengan program mengurai atau mengatasi kemacetan. Menurut pendapat penulis bahwa program mengatasi kemacetan dapat berhasil jika pemerintah daerah dan pemerintah pusat maupun daerah sekitarnya dapat duduk bareng dan membahas bersama. Sehingga mempunyai kebijakan yang searah untuk mengatasi kemacetan.

Hal demikian belum pernah terjadi, yang ada justru mengeluarkan kebijakan atau peraturan sendiri sendiri, sehingga sebagus apapun peraturan atau kebijakan untuk mengatasi kemacetan akan berakhir dengan kekecewaan dan kemacetan akan selalu terjadi.

Padahal setiap kebijakan akan di ikuti dengan sejumlah dana yang besar seperti penambahan jalan, pelebaran jalan, monorel dan lainnya, sehingga dana yang dikeluarkan akan tampak sia sia. Beberapa hal atau kebijakan yang bertolak belakang dengan program mengatasi kemacetan, seperti :

1. Penambahan jumlah produksi kendaraan ( mobil ) setiap tahun oleh pabrikan mobil.

2. Tidak adanya larangan atau peraturan tentang usia kendaraan yang di ijinkan berkeliaran di jalan raya khususnya Jakarta dan sekitarnya.

3. Pemerintah justru mengeluarkan kebijakan mobil murah, sehingga jumlah mobil yang terjual akan bertambah dalam waktu singkat.

4. Pembelian kendaran yang sangat mudah ( sistem kredit ).

Hal hal demikian yang membuat gagalnya setiap gagasan atau cara cara untuk mengatasi kemacetan. Sehingga Jakarta bebas macet hanyalah sebuah angan angan belaka, yang terjadi justru semakin macet.

Maka apakah kebijakan pemerintah mengeluarkan mobil dengan harga murah akan menambah kemacetan ibu kota? Ada tidaknya kebijakan mobil murah tidak akan berpengaruh, karena Jakarta akan tetap macet.

Kesimpulan dan saran

Sebenarnya Jakarta dan sekitarnya bebas macet bukan sesuatu yang mustahil. Ibu kota Indonesia yakni Jakarta dapat menjadi contoh dari negara lain jika dapat mengatasi kemacetan. Namun hal ini ( kemacetan dimana mana ) akan berlangsung terus tanpa adanya perubahan perubahan yang signifikan dari pejabat pengambil keputusan. Baca juga info harga motor yamaha terbaru OTR Jakarta dan sekitarnya.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *