Home >> Bengkel >> Kapan sebaiknya anda mengganti busi kendaraan

Kapan sebaiknya anda mengganti busi kendaraan

Apa itu busi. Busi merupakan salah satu komponen penting kendaraan seperti mobil maupun motor. Secara umum busi berfungsi sebagai penghantar arus listrik yang terdapat di dalam sistem pengapian kendaraan ( ruang bakar ) dengan mengeluarkan percikan api listrik untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang terjadi di ruang bakar. Namun busi hanya diperlukan pada kendaraan dengan bahan bakar bensin, sedangkan kendaraan mesin diesel tidak menggunakan busi. Mesin mobil diesel hanya mengandalkan kompresi bahanĀ  bakar solar.

Tanpa busi maka kendaraan bahan bakar premium nyaris tidak dapat di hidupkan. Mengingat pentingnya fungsi busi ini, maka sebaiknya dilakukan penggantian secara berkala. Penggantian busi inilah yang paling sering dilupakan oleh para pemilik kendaraan, baik itu mobil maupun motor. Sebagian besar pemilik kendaraan hanya akan mengganti busi jika telah mati atau saat kendaraan tidak dapat di star.

Padahal sebenarnya busi memiliki masa pakai. Lamanya masa pakai busi ditentukan oleh jenis atau type busi. Jika masa pakai telah terlewati dan tetap anda gunakan, maka kerja busi tidak akan maksimal dan hal ini berdampak pada borosnya bahan bakar kendaraan. Jika penggunaan busi kadaluarsa tetap dipaksakan, maka berdampak pada kinerja mesin mobil atau motor anda. Gejala paling umum akibat kerusakan busi adalah laju kendaraan tidak stabil ( mesin mbrebet ) dan susah saat dihidupkan.

Lantas kapan sebaiknya anda mengganti busi mobil atau motor anda. Secara umum setiap jenis busi mempunyai masa pakai yang berbeda beda, sehingga setelah melewati masa pakai maka sebaiknya anda mengganti dengan busi yang baru. Masa pakai busi ditentukan oleh jenis maupun bahan yang digunakan. Berikut macam macam busi :

Busi Racing : Busi racing ditandai dengan bentuknya yang meruncing pada ujung electroda dengan bahan tahan panas. Busi racing di desain sebagai busi yang tahan terhadap kompresi tinggi. Busi ini banyak di gunakan pada sepeda motor khususnya yang sering di gunakan untuk tarikan. Karena sering berada pada panas sangat tinggi, maka masa pakai busi jenis racing ini relatif pendek yakni sekitar 20.000 km hingga 25.000 km.

busi mobil

Busi Platinum : Merupakan salah satu jenis busi yang dipersiapkan untuk tahan panas dalam jangka waktu cukup lama. Penggunaan busi jenis platinum ini paling cocok untuk kegiatan touring. Busi jenis platium ini menggunakan dua bahan yang berbeda yakni bahan nikel ( ujung elektroda ) dan bahan platinum ( center electrode ). Jangka waktu pemakaian busi platinum ini bisa tahan hingga 30.000 km.

Busi Iridium : Busi iridium ini merupakan jenis busi yang mempunyai masa pakai paling lama yakni sekitar 50.000 km hingga 70.000 km pemakaian. Busi iridium terbuat dari bahan iridium alloy ( center electroda ) dan bahan nikel ( ujung elektroda ).

Busi standar : Merupakan busi bawaan pabrikan kendaraan. Meskipun busi standar namun busi jenis ini mempunyai masa pakai hingga 20.000 km. Busi jenis ini terbuat dari bahan nikel ( ujung elektroda ).

Secara umum masa pakai busi cukup lama, namun demikian bisa saja baru digunakan beberapa ribu kilometer sudah harus di ganti dengan yang baru. Kerusakan busi yang lebih cepat dari perkiraan ini biasanya disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu faktor yang dapat memperpendek usia busi ini, diantaranya : adanya kebocoran oli mesin yang masuk ke dalam ruang bakar. Busi yang selalu basah oleh oli mesin akan cepat mati karena terjadi korsleting.

Bagaimana cara mendeteksi bahwa busi sudah tidak layak pakai. Masalah pembakaran di ruang bakar yang tidak sempurna dapat mengakibatkan semakin pendek usia pemakaian busi. Busi yang masih baik dan dapat berfungsi secara maksimal adalah busi yang masih mempunyai tampilan warna merah kecoklatan dan kerenggangan antara elektroda dan center elektroda tidak berubah.

Namun demikian ada sebagian busi yang tampilannya masih bagus tetapi tidak dapat digunakan untuk menghidupkan mesin kendaraan. Hal ini biasanya disebabkan oleh adanya kebocoran pada busi. Busi bocor dapat menghambat penghantar arus listrik dan tidak dapat membakar bahan bakar yang disemprotkan. Secara umum kita menyebutkan sebagai busi yang apinya pecah ( tidak focus ). Busi yang percikan apinya menyebar juga tidak layak di gunakan.

loading...

Leave a Reply